Ayam Hias Golden Pheasant (ayam pegar emas)
ayam-hias.com - Ayam golden pheasant / ayam pegar emas awalnya berasal dari
dataran china bagian tengah, pecinta unggas di inggris dan amerika juga banyak yang menangkarkan jenis ini karena
keindahannya dan merupakan salah satu jenis pheasant yang terpopuler.
Di
Indonesia sendiri juga sudah mulai banyak di jumpai ayam hias red golden
pheasant / ayam pegar emas ini. Red golden pheasant ini memiliki postur yang
panjang dengan
pejantan dewasa memiliki jambul kuning keemasan
penuh, halus dengan mungkin sedikit bercak merah di ujung-ujungnya. Wajah,
tenggorokan, dagu dan sisi leher yang merah karat; cuping dan lingkar kulit
muka adalah kuning. Warna ruff atau jubah adalah merah tua ke oranye
terang, pada setiap bulu dengan batasan biru-kehitaman. Bagian atas punggung
adalah hijau dan sisanya punggung bawah kuning keemasan. Dada merah padam;
panggul dan bagian bawah adalah merah padam berubah menjadi cokelat muda.
Lapisan bulu sayap biru dan merah tua. Bulu ekor tengah berwarna hitam, dengan
bercak lurik sampai ujung ekor. Pada jantan muda sama serupa dengan betina,
tapi akan memiliki ekor bercorak dan divariasi bulu merah keluar diantara bulu
pangkal ekor. Betina jauh tidak lebih mencolok, cenderung kusam
berbintik-bintik coklat bulu mirip dengan pheasant biasa umumnya. lebih gelap dan ramping
daripada spesies pheasant lainya.
Unggas jenis ini juga dapat terbang layaknya burung, untuk
kandang yang ideal sebaiknya ukuran 1,5m x 2,5m denga tinggi 3m. Red golden
pheasant jantan memiliki warna yang lebih cerah dari betinanya. Untuk perawatan
red golden pheasant ini terbilang mudah, cukup diberikan pakan biji-bijian
seperti beras merah, jagung pecah, dan pur ayam sehari dua kali ditambah dengan
pemberian extra food jangkrik seminggu sekali. Pembersihan kandang juga bisa
dilakukan seminggu sekali untuk tetap menjaga kebersihannya.
Red golden pheasant ini sekali nelur terbilang banyak yang dapat bertelur
hingga 30 butir satu periodenya, Golden Pheasant akan mulai bertelur 5 hingga 12
telur pada bulan April dan, jika diambil untuk diinkubasi atau ditetaskan, akan
bertelur lagi dibulan Juni. Betina menginkubasi telur selama 22-23 hari. Perlu
dicatat bahwa tidak semua Golden Pheasant betina
menjadi induk yang baik, kadang ceroboh dengan anak atau telur mereka.
Dianjurkan untuk melatih Golden Pheasant untuk
mengeram & menetaskan telurnya.
Anak Golden Pheasant umumnya
mudah untuk dibesarkan dan rata-rata bisa mencapai umur 5-6 tahun di alam liar
tetapi dipenangkaran dengan pakan dan nutrisi yang baik bisa mencapai umur
15-20 tahun
0 komentar:
Posting Komentar